TRIBUNWOW.COM - Pernahkah kamu mendengar ungkapan, "Masuk Pak Eko!," yang akhir-akhir ini viral di masyarakat?
Jika sudah, tahukah kamu siapa sosok 'Pak Eko' sebenarnya?
Ya, Pak Eko yang namanya viral di masyarakat ini adalah seorang anggota kepolisian.
Pria bernama lengkap Eko Hari Cahyono ini bertugas sebagai anggota polisi Pusdik Sabhara Porong.
Ungkapan "Masuk Pak Eko!" viral berkat aksi melempar yang Eko unggah di akun Instagram miliknya @papi_eko_pusdik_sabhara_porong.
Dalam akun Instagramnya terlihat beberapa cuplikan video yang menunjukkan kemampuan melempar polisi berpangkat AKP ini.
Eko melempar berbagai jenis benda, misalnya tongkat, golok, gunting, cangkul, hingga sumpit ke sebuah papan kayu.
Ketika Eko berhasil menuntaskan aksinya, anak-anak kecil pun berteriak, "Masuk Pak Eko!" dan akhirnya ungkapan ini pun viral di masyarakat.
Akibat aksi viralnya tersebut, Eko Hari Cahyono kini memiliki puluhan ribu follower di akun Instagramnya.
Dikutip TribunWow dari KompasTV, dalam kesehariannya Eko merupakan seorang pengajar di Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Lebih lanjut, Ia juga merasa senang karena aksi yang ia unggah di akun media sosialnya mendapat respon positif dari masyarakat.
"Ternyata begitu kita masukkan ke media sosial, terus banyak request, di antaranya ada yang minta pakai sumpit, pakai obeng, pakai pisau dapur, bahkan yang kemarin sampai pakai cangkul segala," tuturnya.
Apresiasi juga datang dari atasan Eko Hari Cahyono di Pusdik Sabhara Porong, Kombes Guritno.
Eko dianggap memiliki kinerja baik selama bertugas di Pusdik Sabhara Porong.
"Terus terang, bangga dengan Pak Eko karena kemampuannya itu tidak mudah.
Saya berharap supaya dia tetap semangat, terus berlatih, berikan yang terbaik kepada para siswa dan kemudian terus berinovasi," ucap Kombes Guritno.
Eko menyebut, aksinya yang viral di media sosial ini sebenarnya untuk hiburan semata.
Namun jika kalian belum pernah melakukan aksi seperti Pak Eko ini maka tidak disarankan untuk mncobanya tanpa proses latihan dan bimbingan dari ahlinya.
artikel asli